Besaran Pokok dan Besaran Turunan serta Dimensinya

Halo semua...

Pernahkah kalian melihat meja di sebuah ruangan? Kalau belum pernah coba lihat meja di bawah. Pernahkah kalian berpikir mengenai meja itu? Misalnya, berpikir berapa panjangnya, berapa lama dia berada di ruangan itu, berapa massanya, berapa suhunya. Pernahkah?
Ilustrasi

Nah, berpikir terhadap segala sesuatu yang ada di sekitar kita itu perlu. Para ilmuwan dahulu bisa menemukan berbagai macam penemuan yang berguna juga karena berpikir dan dimulai dari hal-hal yang kecil. Seperti yang disampaikan di atas, jika kita berpikir sejenak maka kita akan menemukan nilai berupa angka-angka pada meja itu. Sehingga bukan hanya bentuk meja yang kita tahu, tetapi segala seluk beluk yang ada pada meja itu. Angka-angka pada meja itu merupakan nilai dari besaran.

Apa itu besaran?

Besaran adalah segala sesuatu yang dapat diukur dan mempunyai nilai berupa angka serta satuan. Contohnya adalah panjang, kecepatan, suhu, dan sebagainya.

Besaran dibagi menjadi besaran pokok dan besaran turunan.

Besaran pokok adalah besaran yang sudah ditentukan satuannya terlebih dahulu. Ada tujuh besaran pokok yang sudah disepakati ilmuwan. Tujuh besaran pokok itu adalah panjang, massa, waktu, kuat arus, suhu, jumlah zat, dan intensitas cahaya

Besaran turunan adalah besaran yang satuannya diturunkan dari besaran pokok. Contohnya: kecepatan, gaya, usaha, energi, dan sebagainya.

Dari tadi ngomong satuan terus, padahal belum dijelaskan. Satuan itu apa?

Satuan adalah besaran pembanding yang digunakan sebagai patokan untuk mengukur. Contohnya adalah meter, celcius, jengkal, dan sebagainya.

Setiap daerah mempunyai satuan yang berbeda-beda, misalnya saja di Indonesia untuk mengukur panjang biasa menggunakan hasta, jengkal, langkah, depa, dan sebagainya. Sedangkan di daerah lainnya misalnya Amerika Serikat biasa menggunakan inci (inch/inches), kaki (foot/feet), mil (mile/miles), dan sebagainya.

Karena perbedaan-perbedaan itulah perlu adanya penyamaan. Sebetulnya pada tahun 1700-an sampai 1900-an para ilmuwan sudah menyepakati sebuah sistem satuan. Sistem itu adalah sistem metrik yang dibagi menjadi dua yaitu sistem metrik besar atau disebut sistem MKS (meter, kilogram, sekon) dan sistem metrik kecil atau disebut CGS (centimeter, gram, sekon). Walaupun sudah disepakati, ternyata masih muncul perbedaan-perbedaan. Terutama perbedaan penggunaan MKS atau CGS yang membuat kesulitan demi kesulitan dalam percobaan ilmiah.

Akhirnya pada tahun 1954 melalui Konferensi Umum Berat dan Ukuran ke-10 diputuskan satuan sistem internasional pada besaran pokok yang saat itu disepakati berjumlah enam buah satuan. Besaran ketujuh yaitu jumlah zat yang memiliki satuan mol baru ditambahkan pada konferensi ke-14 yaitu pada tahun 1971.

Berikut ini adalah daftar besaran pokok serta lambang dimensinya:
Besaran Pokok Simbol Satuan Singkatan Dimensi
Panjang l, s, x, r, ... dsb meter m L
Massa m kilogram kg M
Waktu t sekon s T
Kuat arus listrik I ampere A I
Suhu T kelvin K Θ
Jumlah zat N mole mol N
Intensitas cahaya Iv candela cd J

Sementara itu untuk besaran turunan dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Besaran Turunan Simbol Satuan Singkatan Satuan Dasar Dimensi
Luas A meter persegi m2 m2 L2
Volume V meter kubik m3 m3 L3
Kecepatan v meter per sekon m/s
m/s

LT-1
Massa jenis ρ kilogram per meter kubik kg/m3 kg/m3 ML3
Gaya F newton N kg.m/s2 MLT-2
Tekanan P pascal Pa kg/(m.s2) ML-1T-2
Frekuensi f hertz Hz s-1 T-1

Catatan: Ada dua besaran yang dahulu tergolong sebagai besaran pokok tambahan, yaitu sudut datar dan sudut ruang. Saat ini, dua besaran ini masuk ke besaran turunan tak berdimensi. (Sumber)

0 komentar