Cara Membaca Skala Jangka Sorong dan Mikrometer Sekrup

Halo semua...

Sebelumnya sudah saya janjikan akan membahas tentang cara membaca skala jangka sorong dan mikrometer. Nah, saat ini janji itu akan saya tunaikan. Karena janji adalah utang.
Ilustrasi
Kalian pernah mengukur menggunakan jangka sorong dan mikrometer atau tidak? Kalau sudah pernah dan kalian kebetulan mengunjungi blog ini, berarti kalian belum terlalu paham cara mengukurnya. Kalau jangka sorongnya digital (seperti pada gambar di atas) mungkin cara ini tidak penting dan tidak perlu. Namanya juga digital, pasti besar pengukurannya langsung tertera di layar.

Ok, langsung saja kita membahas mengenai cara membaca skala pada jangka sorong dan mikrometer sekrup.

Jangka Sorong



Lihatlah gambar di atas (kalau kurang jelas bisa diklik untuk memperbesar). Gambar di atas adalah gambar jangka sorong. Saya mengambil gambar di atas dari Wikimedia Commons yang dibuat oleh Joaquim Alves Gaspar dengan lisensi GFDL dan CC BY-SA. Jadi, gambar di atas legal dipakai oleh siapa pun. Hehehe...

Ok, kembali ke topik kita. Pada gambar di atas ada beberapa nomor yang merinci bagian-bagian jangka sorong. Berikut ini rinciannya:
  1. Rahang luar, digunakan untuk mengukur bagian luar benda.
  2. Rahang dalam, digunakan untuk mengukur bagian dalam benda.
  3. Pemeriksa kedalaman, digunakan untuk mengukur kedalaman lubang.
  4. Skala utama (centimeter)
  5. Skala utama (inci)
  6. Skala nonius (centimeter)
  7. Skala nonius (inci)
  8. Alat penahan, digunakan untuk menahan pergeseran.

Sekarang kita sudah tahu bagian-bagian pada jangka sorong. Kemudian, kita akan mencoba membaca skala. Coba kita lihat gambar jangka sorong di atas, berapa hasil pengukuran pada gambar di atas?

Nah, gambar di atas akan saya potong dan saya beri keterangan skala utama dan noniusnya. Berikut ini gambarnya (yang saya gunakan adalah skala centimeter):


Dari gambar tersebut diketahui bahwa skala utamanya adalah 2,4 cm. Sedangkan skala noniusnya yang diketahui dari skala yang berimpit dengan skala utama menunjukkan angka 7 sehingga harus dikalikan skala terkecilnya, yaitu 0,01. Jadi skala noniusnya adalah 7 × 0,01 cm = 0,07 cm. Maka hasil dari pengukuran yang ditunjukkan jangka sorong di atas adalah 2,4 + 0,07 = 2,47 cm.

Kemudian, karena nilai ketidakpastian jangka sorong adalah 0,005 cm, maka penulisan hasil pengukurannya menjadi:

x = (2,47 ± 0,005) cm

Mikrometer Sekrup

Gambar di atas juga saya ambil dari Wikimedia Commons ang dibuat oleh Dnu72 dengan lisensi GFDL dan CC BY-SA.

Pada gambar di atas ada beberapa bagian dalam mikrometer sekrup. Berikut ini adalah bagian-bagiannya:
  1. Rangka (bingkai)
  2. Poros tetap (landasan)
  3. Poros gerak
  4. Cincin pengunci
  5. Roda penghenti (ratchet stop)
  6. Skala nonius
  7. Skala utama

Ok, sekarang kita sudah tahu bagian-bagiannya, selanjutnya kita akan belajar membaca skala pada mikrometer. Coba berapa hasil pengukuran yang ditunjukkan pada mikrometer di atas?

Sama seperti pada jangka sorong di atas, gambar mikrometer akan saya potong seperti di bawah:
Dari gambar tersebut diketahui bahwa skala utamanya adalah 20,5 mm dan skala noniusnya menunjukkan angka 13 sehingga harus dikali 0,01 mm yang merupakan skala terkecilnya. Sehingga skala noniusnya bernilai 0,13 mm. Maka hasil pengukurannya adalah 20,5 mm + 0,13 mm = 20,63 mm.

Kemudian, karena nilai ketidakpastian mikrometer adalah 0,005 mm, maka penulisan hasil pengukurannya adalah:

x = (20,63 ± 0,005) mm

Sekian pembahasan tentang cara membaca skala jangka sorong dan mikrometer sekrup. Semoga bermanfaat.

0 komentar