Notasi Ilmiah dan Awalan Satuan

Halo semua....

Pernahkah kalian melihat bintang-bintang? Apakah bintang itu kecil atau besar? Kalau di lagu anak-anak sih kecil ya. Hehehe...

Sebetulnya, bintang itu sangat besar sekali. Salah satu contoh bintang adalah Matahari. Kalian pernah kan melihat Matahari? Itu lho yang bersinar sangat terang di siang hari. Kalau belum pernah lihat, coba lihat di bawah ini.


Jarak Matahari ke Bumi itu berapa ya? Coba dicari dulu deh...

Ok, kalau males nyari berapa jarak Matahari ke Bumi, sini saya berikan datanya. Jarak Matahari ke Bumi adalah 149.600.000.000 m.

Nah, kalau bakteri pernah lihat belum? Kalau belum pernah, coba pergi ke laboratorium dan lakukan penelitian bakteri menggunakan mikroskop. Ok, ukuran bakteri itu berapa? Pasti sangat kecil kan? Ukuran bakteri bermacam-macam ada yang berukuran 0,0000005 m. Itu baru bakteri lho, belum partikel-partikel penyusun atom, seperti elektron yang tentunya lebih kecil dari bakteri.

Tentunya, untuk menulis angka-angka di atas membutuhkan ruang yang banyak. Bisa-bisa buku tulisnya penuh hanya karena menuliskan angka. Bisa jadi juga akan membuat susah dalam menghitung. Maka dari itu dibuat beberapa cara agar dapat ditulis dan dihitung dengan lebih mudah. Caranya bagaimana? Berikut penjelasannya.

Notasi Ilmiah

Cara pertama yaitu dengan notasi ilmiah. Apa yang dimaksud dengan notasi ilmiah?

Notasi ilmiah adalah cara penulisan suatu bilangan dengan notasi a,... × 10n. Ingat, 1 ≤ a ≤ 9 dan n adalah bilangan bulat. Contohnya berikut ini:
  • Jarak Matahari ke Bumi adalah 149.600.000.000 m jika ditulis dengan notasi ilmiah menjadi 1,496 × 1011.
  • Ukuran bakteri 0,0000005 m jika ditulis dengan notasi ilmiah menjadi 5 × 10-7 m.
Nah, dengan begitu, buku tulis kita tidak akan penuh sehingga tidak menghambur-hamburkan kertas dan dengan begitu kita bisa menyelamatkan lingkungan Bumi. Loh, hubungannya apa coba? Hubungannya adalah kertas itu dibuat dari pohon, jika kita menggunakan banyak kertas maka akan membuat banyak pohon ditebang sehingga Bumi akan semakin panas. Ada juga ya ternyata hubungannya.

Awalan Satuan

Selain dengan menggunakan notasi ilmiah, kita juga bisa menuliskan suatu bilangan menggunakan awalan satuan. Apa lagi sih itu?

Awalan satuan sudah sering kita gunakan pada berbagai hal. Misalnya, jarak kota A ke kota B adalah 67 km. Di situ terlihat ada awalan satuan yaitu huruf k. Huruf k ini dibaca apa? Ada yang tahu?. Ya, betul sekali, dibaca kilo yang merupakan salah satu awalan satuan.

Selain itu, kita pasti sudah sering mendengar kilobyte (kB), Megabyte (MB), Gigabyte (GB), dan bahkan Terabyte (TB). Meskipun byte bukan merupakan besaran yang ada id fisika, tetapi awalan satuannya dapat digunakan untuk mempelajari pembahasan kita kali ini.

Memangnya ada berapa sih awalan satuan itu? Menurut standar SI, ada 20 awalan satuan atau disebut prefiks. Lihat tabel di bawah ini!

Faktor Nama Simbol Faktor Nama Simbol
101 deka da 10-1 desi d
102 hekto h 10-2 centi c
103 kilo k 10-3 mili m
106 mega M 10-6 mikro ยต
109 giga G 10-9 nano n
1012 tera T 10-12 piko p
1015 peta P 10-15 femto f
1018 eksa E 10-18 atto a
1021 zetta Z 10-21 zepto z
1024 yotta Y 10-24 yokto y


Tabel di atas adalah daftar awalan satuan berdasarkan data dari NIST (National Institute of Standards and Technology) dalam publikasinya pada tahun 2008 yang berjudul "The International System of Units (SI)".

Sekian pembahasan kita kali ini. Selanjutnya akan kita bahas mengenai Angka Penting dan Operasi Perhitungannya. Terima kasih sudah berkunjung dan semoga bermanfaat.

0 komentar