Pengertian Gerak dan Besaran-Besaran Fisis Gerak Lurus

Halo semua...

Pernahkah kalian naik kereta api? Ketika sedang duduk di dalam kereta apakah kalian bergerak atau diam? Bagaimana dengan pohon-pohon yang berada di luar, bergerak atau diam? Bagaimana pula dengan bangku yang kalian duduki, bergerak atau diam?

Pengertian Gerak


Pada saat kita naik kereta api, kita merasa bahwa diri kita dan bangku yang kita duduki diam di tempat. Sedangkan pohon-pohon di luar bergerak menjauhi kita. Gambar di bawah ini menunjukkan bagaimana pohon-pohon atau rumput-rumput bergerak ke belakang, ketika kita berada di dalam kereta api.
Ilustrasi
Kalau kita agak beruntung, ketika kereta api yang kita tumpangi berhenti di sebuah stasiun bersama kereta api lainnya. Kemudian kita membuka ponsel bermain gim, tiba-tiba kereta api kita terasa bergerak berlawanan dengan tujuan kita. Kemudian ketika beberapa saat kita baru menyadari bahwa yang bergerak itu adalah kereta di sebelah kita, tetapi terasa seperti kereta yang kita tumpangi yang berjalan. Kok bisa? Sebenarnya perasaan kita sama sekali tidak salah, kereta kitalah yang bergerak, bukan terhadap tanah tetapi terhadap kereta api yang lain yang berangkat.

Contoh lainnya adalah ketika kita diam di tanah, kita disebut diam jika acuannya adalah tanah. Tetapi, kita disebut bergerak ketika acuannya adalah benda-benda langit. Namun, karena kita berada di tanah sehingga otomatis secara subjektif kita menganggap acuannya adalah tanah, maka kita melihat benda-benda langit yang bergerak mengelilingi kita.

Diam dan bergerak adalah relatif. Jadi, gerak suatu benda dipengaruhi oleh acuannya. Benda yang bergerak oleh suatu acuan tertentu belum tentu dianggap bergerak oleh acuan yang lainnya. Gambaran di atas menunjukkan bahwa dalam menganalisis gerak, harus ada acuan yang disepakati. Ketika acuannya disepakati, maka tidak ada kerancuan yang terjadi. 

Dari pembahasan di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa suatu benda dikatakan bergerak jika terjadi perubahan posisi (kedudukan) dari acuan tertentu. Jadi, jika benda tersebut tidak berubah posisinya dari suatu acuan, maka bisa dikatakan benda tersebut tidak bergerak.

Kinematika dan Dinamika


Dalam membahas gerak kita harus paham definisi kinematika dan dinamika terlebih dahulu. Kinematika adalah ilmu yang mempelajari gerak tanpa mengindahkan (memperhitungkan) penyebabnya. Sedangkan kinematika adalah ilmu yang mempelajari gerak dengan memperhitungkan penyebabnya. Penyebab gerak benda adalah gaya yang nanti akan dipelajari pada bagian dinamika gerak.

Besaran-Besaran Fisis pada Gerak Lurus


Setelah tahu pengertian tentang gerak, pada pembahasan kali ini kita juga akan mempelajari besaran-besaran fisis khusus untuk gerak lurus. Besaran-besaran tersebut di antaranya adalah jarak, perpindahan, kelajuan, kecepatan, dan percepatan.

Jarak dan Perpindahan




Perhatikan peta arah jalan dari Ponorogo ke Surabaya di atas. Pada peta tersebut ada tiga jalur yang bisa dilalui.

Pertama adalah jalur tercepat, yaitu Ponorogo - Madiun - Nganjuk - Mojokerto - Surabaya dengan jarak 198 km yang dapat ditempuh selama 4 jam 19 menit. Kedua adalah jalur yang sedikit lebih lambat dari yang pertama, yaitu Ponorogo - Trenggalek - Kediri - Mojokerto - Surabaya dengan jarak 235 km yang dapat ditenmpuh selama 4 jam 57 menit. Ketiga adalah jalur yang paling lambat, yaitu Ponorogo - Ngawi - Bojonegoro - Lamongan - Gresik - Surabaya dengan jarak 240 km yang dapat ditempuh selama 5 jam 18 menit.

Ketiga jalur tersebut menunjukkan jarak atau panjang lintasan yang ditempuh. Sedangkan perpindahannya adalah garis lurus dari Ponorogo ke Surabaya yang memiliki panjang 157 km.

Nah, dari keterangan di atas, kita dapat membedakan antara jarak dan perpindahan. Jarak adalah panjang lintasan yang ditempuh dalam selang waktu tertentu. Sedangkan perpindahan adalah perubahan posisi (kedudukan) dalam selang waktu tertentu yang dihitung dari posisi awal dan posisi akhir. Kedua besaran tersebut memiliki satuan yang sama dalam SI yaitu meter.

Kelajuan dan Kecepatan


Coba kalian menuju ke sebuah jalan raya. Perhatikan kendaraan yang melewati jalan raya itu. Ya, kalian pasti mengetahui bahwa kendaraan-kendaraan tersebut mempunyai arah. Nah, perubahan kedudukannya terhadap waktu pasti mempunyai arah. Itulah yang dinamakan kecepatan. Berapa besarnya? Besar kecepatan bisa kita lihat dari spidometer masing-masing kendaraan. Jadi, yang ditunjukkan dalam spidometer tersebut adalah kelajuan.

Dari pembahasan di atas, kita bisa mengetahui bahwa kecepatan (velocity) adalah besaran vektor yang besarnya adalah perpindahan per satuan waktu. Sedangkan kelajuan adalah besaran skalar (speed) yang merupakan besar dari kecepatan atau jarak tempuh per satuan waktu. Kedua besaran ini mempunyai satuan SI yang sama, yaitu m/s².

Jika ditulis dalam rumus, untuk kelajuan adalah v = s/t sedangkan kecepatan adalah v = s/t. v adalah kelajuan (m/s), s adalah jarak tempuh (m), t adalah waktu (s), v adalah kecepatan (m/s), dan s adalah perpndahan (m).

Percepatan dan Perlambatan

Pada benda yang bergerak, kita selalu melihat kecepatannya berubah-ubah. Nah, percepatan (acceleration) adalah perubahan kecepatan tiap satuan waktu. Percepatan ada dua macam, yaitu percepatan positif (a > 0) dan percepatan negatif atau disebut dengan perlambatan (a < 0).

Sekian pembahasan kita kali ini tentang pengertian gerak dan besaran-besaran fisis gerak lurus. Semoga bermanfaat.

0 komentar