Gerak Vertikal ke Atas (GVA)

Halo semua....

Coba lempar sebuah bola ke atas. Apa yang terjadi dengan bola itu? Ya, bola itu semakin tinggi akan semakin lambat kemudian akan berbalik arah ke bawah. Hal itu terjadi karena adanya percepatan gravitasi (g) yang memengaruhinya. Percepatan gravitasi memiliki arah ke bawah, sedangkan bolanya bergerak ke atas. Jadi, karena arahnya saling berkebalikan, bola tersebut mengalami perlambatan sebesar g.
Ilustrasi
Pada saat kalian melemparkan bola ke atas, kalian memberi kecepatan awal pada bola. Kecepatan itu akan terus berkurang karena adanya perlambatan hingga kecepatannya nol, alias berhenti di titik tertinggi. Setelah itu, bola akan jatuh kembali.

Baca juga:

Persamaan-persamaan pada gerak vertikal ke atas sebenarnya sama dengan persamaan GLBB. Perbedaannya hanya pada simbol-simbol yang digunakan. Berikut ini persamaan-persamaannya;



Karena arah percepatan gravitasinya berlawanan arah dengan geraknya, maka nilai g adalah negatif. Sedangkan ht adalah ketinggian benda setelah t sekon. Pada persamaan di atas, ht adalah selisih posisi akhir (yt) dengan posisi awal (y0).

Sehingga, posisi akhir benda (yt) dapat ditulis sebagai berikut:

Karena ht = v0t - ½gt², maka persamaan di atas menjadi;

Ketinggian maksimum (hmaks) dapat dicapai pada saat v= 0. Maka, dari persamaan vt²v0² - 2ght, ketinggian maksimumnya dapat dicari menggunakan persamaan:





Contoh soal:

Sebuah bola basket dilemparkan ke atas dengan kecepatan awal tertentu. Setelah 2 detik, bola basket teraebut kembali ke posisi semula. Jika percepatan gravitasi (g) adalah 10 m/s², maka tentukan kecepatan awal dan ketinggian maksimumnya!

Penyelesaian:

Diketahui:
ttotal= 2 s --> t = 1 s
g = 10 m/s²
vt = 0 --> pada ketinggian maksimum.

Ditanya:
v0 = .... ?
hmaks = .... ?


Jawab:
a) Kecepatan awal bola (v0)

Jadi, kecepatan awal bola adalah 10 m/s


b) Tinggi maksimum bola (hmaks)
Jadi tinggi maksimum bola adalah 5 m.

Sekian pembahasan mengenai gerak vertikal ke atas. Semoga bermanfaat.

0 komentar